STUDI KASUS PENERAPAN TEKNOLOGI PADA UMKM “ ROTI MARSHA BAKERY”


(oleh: Sumadi)

Pentingnya UMKM dalam Perekonomian Nasional

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah usaha rakyat yang sangat penting bagi perkembangan perekonomian nasional.  Bahkan masalah pertumbuhan ekonomi yang adil dapat terwujud manakala usaha mikro seperti ini berjalan dan berkembang. Tingkat keadilan ekonomi pun dapat dirasakan oleh banyak masyarakat.  Sehingga ketimpangan pengahasilan antar warga dapat diminimalisasi. Lain halnya dengan perkembangan perusahaan besar atu hipermarket yang hanya dimiliki beberapa pihak saja. Peningkatan  Usaha ekonomi mikro lebih memihak kepada keadilan daripada meningkatkan usaha perusahaan-perusahaan besar.

Perkembangan UMKM sangat membantu pemerintah dalam penciptaan lapangan kerja baru, melaui UMKN banyak tercipta juga unit-unit kerja baru yang menggunakan tenaga-tenaga baru yang dapat mendukung pendapatan rumah tangga. Selain itu UMKM juga memiliki fleksibilitas yang tinggi dibandingkan dengan usaha yang berkapasitas lebih besar khusnya ketika krisisis terjadi

Adanya UMKM menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia. Studi menunjukkan bahwa UMKM memberi kontribusi yang besar bagi lapangan kerja di banyak negara. Usaha ini  menggunakan pemanfaatan sumber daya lokal, yaitu dengan memaksimalkan pemanfaatan bahan mentah lokal yang membutuhkan teknologi sederhana. Usaha ini juga memperbesar output, yaitu dengan memberi kontribusi yang sangat besar pada output nasional dalam eknomi rakyat.  UMKM mendorong pengembangan inovasi dan teknologi.

Usaha kecil menengah adalah usaha yang dijalankan oleh 1 atau 2 orang saja, atau usaha yang memiliki modal lebih kecil dari Rp 50.000.000,- disebut usaha kecil dan usaha memiliki modal lebih kecil dari Rp 200.000.000,- disebut usaha menengah. tetapi ada pula yang menyebutkan usaha yang dijalankan 50-60 orang masih tergolong usaha kecil menengah.

Salah satu upaya untuk menanggulangi kemiskinan adalah melalui pemberdayaan UMKM yang telah terbukti memiliki daya tahan yang relatif kuat dalam menghadapi krisis ekonomi yang lalu. Peran penting UMKM itu sendiri dapat ditinjau dari beberapa aspek, yaitu jumlah unit usaha yang terbentuk, penyerapan tenaga kerja, perannya dalam peningkatan produk domestik bruto (PDB) dan sumbangannya terhadap ekspor nasional.

Bahan pembuatan Roti

Salah satu contoh usaha ekonomi mikro adalah usaha Roti Marsha Bakery di kota Padang. Usaha yang beralamatkan di Jalan Sawahan No. 37 Padang telah memulai usahanya beberapa waktu yang lalu. Dengan bermodalkan Ratusan Rupiah, pihak pemilik memulai usahanya dari hal yang sederhana yaitu memproduksi roti secara kecil-kecilan.

Dengan pengetahuan sederhana tentang pembuatan roti pemilik melakukan usahanya. Pemilik mencoba mempelajari Bahan-bahan dan cara pembuatan roti. Bahan-bahan itu antara lain:

  • tepung protein tinggi
  • gula pasir
  • kuning telur
  • susu bubuk full cream
  • instant yeast
  • garam
  • bread improver
  • susu UHT
  • air
  • mentega

Peningkatan Kualitas Roti

Pemilik adalah seorang yang cerdas yang tidak mau usahanya mengalami jalan buntu maka dia meningkatkan kualitas produknya dengan cara memilih bahan-bahan untuk membuat roti  yang bermutu seperti memilih tepung  terigu bermerek bogasari, telur pilihan yang dipasok langsung dari peternak ayam petelur, susu bermutu dan bahan–bahan lain yang berkualitas. Pemilik meningkatkan kualitas roti dengan mempelajari resep, cara dan tips-tips dalam pembuatan roti seperti:

1.      Melakukan penggilasan pada roti sebelum dipanggang karena hal ini membuat tekstur roti menjadi padat. Juga untuk menghilangkan penyimpanan gelembung udara yang membesar ketika proses fermentasi berlangsung. Gelembung udara yang membesar, menyebabkan rongga atau lubang yang besar pula pada sebuah roti tawar yang utuh;

2.      Memotong roti setelah keadaan roti mencapai dingin sempurna agar roti tidak mengempis dan cantik hasilnya;

3.      Memanggang roti pada oven dengan sempurna, karena hasil panggangan yang sempurna menjadikan roti tahan selama 4 hari untuk tidak ditumbuhi jamur;
Selalu membersihkan tangan terlebih dahulu sebelum memulai menangani atau memegang roti, supaya roti terjaga kebersihannya dan terhindar dari jamur;

4.      Menggunakan cairan bersuhu dingin untuk menghasilkan dough berkualitas tinggi dan menghindari rasa asam yang ditimbulkan oleh ragi (yeast), bila diperlukan boleh menambahkan serpihan es batu;

5.      Menakar bahan-bahan sesuai dengan ukuran supaya diperoleh hasil yang maksimal;

6.      Ukuran takaran tepung 500 gram, dapat menggunakan hand mixer berkekuatan kecil, selama (kurang lebih) 25 menit;

7.      Untuk pemakaian stand mixer besar, langsung masukkan semua bahan, kecuali mentega, hingga menyatu, lalu masukkan mentega, biarkan mixer bekerja dengan kecepatan tinggi untuk fungsi pengadukan dough, selama (kurang lebih) 13 menit;

8.      Adonan yang kalis akan terlihat halus, dan tidak menempel pada bowl atau bila adonan ditarik dengan tangan, akan terlihat lapisan film pada adonan;

9.      Menyiapkan oven saat hendak memanggang hingga mencapai suhu yang diinginkan, panaskan terlebih dahulu selama 15–30 menit sebelum; memanggang, agar oven dapat menghasilkan panas yang rata dan stabil;

10.  Menggilas adonan roti tawar beberapa kali, supaya menghasilkan tekstur daging roti tawar yang halus. Semakin banyak gilasan, semakin halus teksturnya tetapi tidak perlu menggilas adonan berlebihan supaya adonan tidak stress dan memiliki ruang pengembangan yang cukup untuk mengembang;

11.  Mengusahakan selalu melindungi adonan dari udara terbuka ketika adonan memasuki masa istirahat, hal ini ditujukan agar kulit adonan yang terbentuk tidak menjadi kering, dan tetap lentur ketika memasuki proses pembentukan

12.  Penggunaan susu bubuk;

13.  Mengganti air dengan krim cair agar lebih gurih.

Walaupun roti adalah produk yang tidak tahan lama, pemilik tidak mau menggunakan bahan pengawet. Dengan disertai cara pembuatan yang profesional dan menjaga kebersihan akhirnya usaha ini mendapatkan tempat di kalangan masyarakat. Hal ini terbukti dengan lakunya penjualan dan bahkan ada peningkatan omset penjualan. Hampir Setiap toko yang menjadi distributor selalu meminta penambahan pasokan.

Peningkatan Produktifitas Usaha

Penjualan yang mengalami peningkatan itu menjadikan pemilik melakukan peningkatan produksi dengan melakukan penambahan produk dan diversifikasi produk. Sekarang tidak hanya memproduksi roti yang dibungkus seharga Rp 1.000,- saja tapi juga memproduksi roti tawar untuk menu sarapan seharga Rp 7.000,-. Model  roti yang tadinya hanya  satu rasa saja sekarang dibuat dengan beberapa rasa yang berbeda seperti  rasa coklat, isi kacang hijau, rasa nanas, isi selai strawberry, isi kelapa dan isi kacang.  Roti tawar pun juga tidak hanya satu macam saja tapi juga ada yang kemasan besar dan ada kemasan setengah.

Produksi meningkat yang dipicu dengan peningkatan penjualan menjadikan pemilik untuk membeli peralatan baru seperti oven, mixer dan alat-alat lain yang dibutuhkan. Sekarang setidaknya 10 mixer dan 5 oven telah beroperasi setiap harinya. Peningkatan produktifitas juga dilakukan dengan penambahan karyawan pembuat roti.

Peningkatan Fleksibilitas

Roti  merupakan produk yang tidak tahan lama artinya setiap kali memproduksi  maka roti harus laku terjual untuk dikonsumsi, apabila tidak terjual maka roti itu akan menjamur dan tidak layak konsumsi lagi. Hal ini akan menjadikan kerugian yang cukup fatal mengingat pembeli  tidak dapat diprediksi. Mengingat hal tersebut pemilik tidak kehilangan akal. Roti yang dikirim kepada distributor atau toko-toko hanya diberi umur dua hari saja. Maka pada  hari ketiga roti yang tidak laku terjual  diambil lagi untuk diproses menjadi roti kering sehingga lebih tahan lama dan masih layak konsumsi. Hal ini untuk meningkatkan fleksibilitas produk, jadi jika roti tidak laku dijual, untuk menghindari kerugian berupa membusuknya roti maka roti diolah menjadi roti kering agar lebih awet sehingga masih dapat dipasarkan.

Kesimpulan

  • Pengembangan UMKM sangat membantu pertumbuhan ekonomi suatu Negara;
  • Perusahaan telah meningkatkan kualitas produk roti dengan cara memilih bahan-bahan bermutu dan disertai dengan cara pengolahan yang menjaga kebersihan;
  • Perusahaan telah meningkatkan produktifitas dengan melakukan diversifikasi produk, penambahan peralatan dan penambahan karyawan;
  • Perusahaan telah meningkatkan fleksibilitas produk dengan pengeringan roti yang tidak laku terjual, tentunya sebelum roti itu berjamur atau membusuk. Dengan pengeringan ini maka produk lebih awet dan masih dapat dipasarkan untuk dikonsumsi.

Saran

  • Pemerintah harus mendorong berkembangnya UMKM demi kemajuan dan keadilan perkembangan perekonomian nasional;
  • Para pengusaha roti sebaiknya tidak mudah putus asa dalam menjalankan usaha dan agar memperhatikan tips-tips dalam opembuatan roti untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

REFFERENSI:

http://diskop.padang.go.id

http://www.lintasberita.com

http://wartawarga.gunadarma.ac.id

http://equilibrium.fe.ugm.ac.id

http://umkm.bcbali.com

http://www.kabarindonesia.com

http://www.foodreview.biz

About sumadi
share ilmu bahan untuk mengerjakan tugas kuliah, bagus kan,.. tapi jangan lupa meningkatkan kualitas diri ya,..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: