DESAIN DAN TATA LETAK, PERSEDIAAN UNTUK PERMINTAAN INDEPENDEN, PERSEDIAAN UNTUK PERMINTAAN DEPENDEN, SISTEM JUST IN TIME (JIT), PENJADWALAN AGREGAT, PENJADWALAN JANGKA PENDEK, PENJADWALAN PROYEK


BAB 8 DESAIN DAN TATA LETAK

MANFAAT TATA LETAK YG BAIK DAN EFEKTIF:

1.       Pemanfaatan yg lebih besar pada ruangan, peralatan dan manusia

2.       Arus informasi, bahan baku dan manusia yg lebih baik

3.       Lebih memudahkan konsumen

4.       Peningkatan moral karyawan dan kondisi kerja yg lebih aman

Tujuan manjemen tataletak: mengatur tata letak sedemikian rupa supaya system mampu beroperasi dengan efektif dan efisien yg tinggi.

PENDEKATAN tata letak:

1.       Tata letak dg posisi TETAP: untuk proyek besar dan memakan tempat seperti kapal, gedung

2.       Tata letak berorientasi pada PROSES: menyangkut produksi kecil tapi bervariasi, disebut juga produksi terputus atau JOB SHOP: (Perguruan tinggi, bank, bengkel, penerbangan, perpus, manufaktur)

3.       Tata letak KANTOR: Menempatkan pekerja, perlengkapa dan ruang agar informasi berjalan lancer

4.       Tata letak RETAIL/sector JASA: mengalokasikan tempat untuk rak-rak dan memberikan tanggapan pd perilaku konsumen

5.       Tata lekat GUDANG: paduan antara ruang  dan penanganan bahan baku

6.       Tata letak yg berorientasi pada PRODUK: pemanfaatan masimal atas karyawan dan mesin-mesin pd PRODUKSI BERULANG atau berkelanjutan

 

BAB 9 PERSEDIAAN UNTUK PERMINTAAN INDEPENDEN

 

FUNGSI persediaan (inventory):

1.       Memberikan suatu stock barang-barang agar dapat memenuhi permintaanyg diantisipasi akan timbul dari konsumen;

2.       Memasangkan produksi dengan distribusi: missal permintaan besar hanya pada musim panas, maka perusahaan akan membentuk stock yg banyak pada musin dingin;

3.       Mengambil keuntungan dari potongan jumlah, pembelian dlm jumlah yg besar akan substansial mengurangi biaya produk;

4.       Melakukan hedging terhadap inflasi dan perubahan harga;

5.       Menghindari dari kekurangan stock yg dapat terjadi karena cuaca, kekurangan pasaokan, masalah mutu atau pengiriman yg tidak tepat;

6.       Menjaga agar operasi dapat berlangsung dg baik dg menggunakan b”arang dalam proses” dalam persediaannya

JENIS PERSEDIAAN:

1.       Persediaan bahan mentah

2.       Persediaan barang dalam proses

3.       Persediaan MRO ( perlebngkapan pemeliharaan/perbaikan/operasi)

4.       Persediaan barang jadi

MODEL PERSEDIAAN UNTUK PERMINTAAN INDEPENDEN:

1.       Model dasar EOQ (Economic Order Quantity)

2.       Minimisasi Biaya

3.       Titik Pemesanan Ulang (Reorder Point)

4.       Model  POQ( Production Order Quantity)

5.       Model Quantity Discount

Model EOQ, asumsi:

  • Tingkat permintaan  diketahui dan bersifat konstan
  • Lead time, yaitu waktu antara pemesanan dan penerimaan pesanan, diketahui dan bersifat konstan
  • Persediaan diterima dg segera
  • Tidak mungkin diberikan diskon
  • Biaya variable yg muncul hanya biaya pemasangan atau pemesanan dan biaya penahanan atau penyimpanan persediaan sepanjang waktu
  • Keadaan kehabisan stock dapat dihindari sama sekali bila pemesanan dilakukan pd waktu yg tepat

Minimisasi Biaya. Tujuan dari kebanyakan model persediaan adalh untuk meminimisasi biaya total (keseluruhan). Biaya yg signifikan adalah: biaya pemasangan (pemesanan) dan biaya penahanan (penyimpanan). Meminimisasi biaya kedua itu berarti juga meminimalkan biaya total.

Model  POQ( Production Order Quantity)

Model ini dapat diterapkan ketika persediaan secara terus menerus mengalir atau terbentuk sepanjang suatu oeriode waktu setekah dilakukan pemesanan atau ketika produk diproduksi dan dijual pada saat yg bersamaan.

 

MODEL PROBABILITAS DG LEAD TIME YG KONSTAN

Yg menjadi perhatian model ini adalah mempertahankan tingkat pemenuhan permintaan di tengah ketidakpastian permintaan. Tingkat pemenuhan permintaan bersifat kontemporer terhadap probabilitas terjadinya kehabisan stock.

SISTEM PERIODE TETAP

BAB 10 PERSEDIAAN UNTUK PERMINTAAN DEPENDEN

MRP (Material Requirements Planning)= perencanaan kebutuhan bahan baku. MRP  lebih baik diterapkan di manufaktur produk dependen sedang teknik teknik statistic seperti EOQ lebih baik diterapkan untuk produk yg permintaannya independen

Permintaan produk bersifat depnden berarti permintaan satu produk berkaitan dg permintaan untuk produk lainnya. Contoh: Permintaan pembuat mobil untuk ban dan radiator TERGANTUNG produksi mobil itu sendiri. Ban dan mobil-dependen sedang Mobil- Independen.

KEBUTUHAN MODEL PERSEDIAAN DEPENDEN, yg harus diketahui oleh manajer operasi:

1.       Jadwal waktu produksi utama (apa yg akan dibuat dan kapan akan dilakukan)

2.       Spesifikasi atau Bill of material (bagaimana produk akan dibuat)

3.       Ketersediaan persediaan ( apa yg ada di persediaan)

4.       Pesanan yg harus dipenuhi ( apa yg dipesan)

5.       Lead Time ( berapa lama waktu yg diperlukan untuk mendapatkan berbagai komponen= waktu antara)

MANFAAT/KEUNTUNGAN MRP:

1.       Peningkatan pelayanan dan kepuasan konsumen

2.       Peningkatan pemanfaatan fasilitas dan tenaga kerja

3.       Perencanaan dan penjadwalan persediaan yg lebih baik

4.       Tanggapan yg lebih cepat terhadap perubahan dan pergeseran pasar

5.       Tingkat persediaan menurun tanpa mengurangi pelayanan kepada konsumen

MRP dan JIT (Just In Time)

MRP dapat dianggap sebagai teknik perencanaan dan penjadwalan sedang JIT  dapat dianggap sebagai cara menggerakkan bahan baku secara cepat.

TAHAP mengintegrasikan antara MRP dan JIT:

1.       Mengurangi paket MRP dari mingguan menjadi harian atau bahkan jam-jaman

2.       Rencana penerimaan yg menjadi bagian rencanapemesana perusahaan dalam suatu system MRP dikomunikasikan melalui area perakitan untuk tujuan produksi dan digunakan pada produksi berurut

3.       Persediaan bergerak di dalam pabrik dengan dasar JIT

4.       Pada saat produk selesai diproduksi, produk dipindahkan ke persediaan seperti biasa. Penerimaan produk ini menurunkan jumlah yg diperlukan untuk rencana pemesanan perusahaan selanjutnya pada system MRP.

5.       Suatu system dikenal  dengan sebutan back flush digunakan untuk mengurangi saldo persediaan

TEKNIK-TEKNIK  PENENTUAN UKURAN LOT

LOT STANDAR (LOT DEMI LOT)

ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ)

PENYEIMBANGAN PERIODE UTK KOMPONEN PEMBENTUK PRODUK  (PART PERIOD BALANCING-PBB)

ALGORITME WAGNER WHITIN

IKHTISAR PENENTUAN UKURAN LOT

PERLUASAN MRP

1.       Closed Loop MRP: Pemberian umpan balik kepada rencana kapasitas, jadwal produksi utama dan akhirnya kepada rencana produksi

2.       Perencanaan Kapasitas. Taktik  untuk memutuskan muatan dan minimisasi pengaruh pengubahan waktu:

  • Overlopping, dimana leadtime memendek  dan komponen dikirmkan ke operasi kedua sebelum keseluruhan lotnya selesai di operasi pertama
  • Operations Splitting, dimana untuk operasi yg sama lot yg ada dikirimkan ke operasi dua mesin yg berbeda . hal ini menyebabkan pemasangan tambahan, tetapi waktu pemrosesan menjadi lebih pendek karena hanya satu bagion lot yg diproses di masing masing mesin
  • Lot Splitting, dimana pesanan dipecah dan sebagian pesanan dioperasikan mendahului jadwal

3.       Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku (MRP II)

DRP (Distribution Resource Palnning) adalh rencana pemulihan stock yg terfase waktunya untuk semua jaringan distribusi.

BAB 11 SISTEM JUST IN TIME (JIT)

JIT: Falsafah pemcahan masalah berkelanjutan dan memang harus dihadapi yg dapat menyebabkan sesuatu terbuang percuma

JIT mengurangi kesia-siaan dan variabilitas

Kesia-siaan: produk disimpan, diperiksa atau terlambat diproduksi, produk rusak

Variabilitas: setiap penyimpangan dari proses optimal yg mengantarkan produk sempurna tepat waktu  setiap saat. Semakin kecil variabilitas maka semakin kecil kesia-siaan.

PENYEBAB VARIABILITAS:

  • Karyawan, mesin dan pemasok memproduksi unit-unti produk yg tidak sesuai dg standar, terlambat produksi atau jumlahnya tidka sesuia
  • Enginering drawing  atau spesifikasinya tidak akurat
  • Karyawan  bagian produksi mencoba untuk meproduksi sebelum spesifikasinya lengkap selesai
  • Permintaan konsumen tidak diketahui

TARIK –DORONG

Konsep JIT adalh system tarik, yaitu memproduksi satu unit lalu ditarik ke tempat yg memerlukan pada saat dibutuhkan. Waktu siklus manufaktur: waktu antara saat bahan baku diterima dan saat barang jadi keluar dari fasilitas produksi.

PEMASOK (KEMITRAAN JIT)

Kemitraan JIT hadir tatkala pemasok dan pembeli bekerja sama dengan tujuan bersama untuk menghilangkan kesia-siaan dan menurunkan biaya.

Karakteristi Kemitraan JIT

PEMASOK:

  • Sedikit pemasok
  • Jarak pemasok dekat
  • Transaksi yg berulang kali dg pemasok yg sama
  • Analisis untuk memungkinkan pemasok yg disukai menjadi atau tetap kompetitif dalam hal harga
  • Tender kompetitif kebanyakan terbatas hanya untuk pembelian baru
  • Pembeli menolak integrasi vertical dan penghapusan bisnis pemasok
  • Pemasok mendorong agar dilakukan perluasan pembelian JIT terhadap pasokannya

JUMLAH:

  • Tingkat output stabil
  • Pengiriman berkala dg jumlah lot kecil
  • Kontrak jangka panjang
  • Administrasi pemesanan sedikit
  • Jangka waktu pengiriman tetap selama jangka waktu kontrak
  • Tidak ada keterlambatan atau terlalu cepat dalam pengiriman
  • Pemasok mengemas pesana dlam jumlah yg tepat
  • Pemasok menurunkan ukuran lot produksi mereka( menyimpan bahan baku yg tidak dikirimkan)

MUTU:

  • Spesifikasi produk yg dimintkan kepada pemasok sangat sedikit
  • Pemasok dibantu utk memenuhi kebutuhan mutu
  • Hubungan antara karyawan divisi pemastian mutu dari pihak pembeli dan pemsaok dekat
  • Pemasok menggunakan  diagram pengendalian proses dan bukan inspeksi pengujian sampel lot

PENGANGKUTAN:

  • Penjadwalan muatan yg masuk
  • Mendapatkan kuasa pengendalian dengan pemasok milik perusahaan sendiri pengangkutan dan pergudangan sesuai kontrak

TUJUAN KEMITRAAN JIT:

1.       Menghapus kegiatan-kegiatan yg tidak perlu

2.       Menghapus persediaan dalam pabrik

3.       Menghapus persediaan dalam pengalihan

4.       Menyingkirkan pemasok yg buruk

KEKHAWATIRAN PEMASOK:

1.       Keinginan dilakukan diversifikasi. Pemasok tidak ingin mengikatkan diri pada satu konsumen, resiko berkurang bila konsumen beragam

2.       Penjadwalan konsumen yg buruk

3.       Perubahan engineering

4.       Pemastian mutu. Produksi dg zero defect dianggap tdk realistis oleh banyak pemasok

5.       Ukuran lot kecil, pengiriman berkala dg jumlah kecil merupanakan cara memindahkan biaya penyimpanan ke pemasok

6.       Kedekatan. Pengiriman lot kecil ke tempat konsumen secara ekonomi membebani pemasok

TATA LETAK JIT:

  • Pengurangan jarak
  • Peningkatan fleksibilitas, sel sel kerja dirnacang agar dapat dg mudah diatur kembali utk menyesuaikan perubahan jumlah, pengkatan produk, rancangan baru
  • Pengaruh terhadap karyawan, dilatih secar silang agar fleksibel dan efisien, komunikasi karyawan yg baik
  • Pengurangan ruang gerak dan persediaan

HUBUNGAN JIT DENGAN MUTU

  • JIT mengurangi biaya perolehan mutu yg baik
  • JIT meningkatkan mutu
  • Mutu yg lebih baik berarti diperlukan lebih sedikit cadangan

JIT melalui pemberdayaan karyawan. Pepatah manajemen: bahwa tidak ada orang yg lebih tahu mengenai satu pekerjaan selain pegawai pelaksana pekerjaan itu sendiri

 

BAB 12 PENJADWALAN AGREGAT

Penjadwalan agregat =perencanaan agregat menyangkut penentuan jumlah dan kapan produksi akan dilangsungkan dalam waktu dekat, sering kali 3 s/d 18 bulan ke depan.

Bila manajemen puncak tidak melakukan pekerjaan dg baik atau tidak konsisten dalam perencanaan jangka panjang, maka akan timbul masalah –masalah yg menyebabkan perencanaan agregat menjadi pekerjaan yg berat.

TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB DALAM KEGIATAN PERENCANAAN:

Eksekutif puncak:

  • rencana jangka panjang (lebih dari satu tahun)
  • Penelitian dan pengembangan (litbang)
  • Rencana produk baru
  • Pengeluaran besar
  • Lokasi atau ekspansi fasilitas

Manajer Operasi:

  • Rencana jangka menengah 3-18 bulan)
  • Perencanaan penjualan
  • Perencanaan dan penganggaran produksi
  • Penetapan tingkat tenaga kerja, persediaan dan nilai sub kontrak
  • Analisis rencana-rencana operasi

Manajer operasi, penyelia dan mandor:

  • Rencana jangka pendek (s/d 3 bulan)
  • Penugasan pekerjaan
  • Pemesanan
  • Penjadwalan pekerjaan
  • Penyelsaian produksi

STRATEGI PENJADWALAN AGREGAT:

Pilihan kapasitas:

1.       Tingkat persediaan yg berubah-ubah

2.       mengubah jumlah tenaga kerja dg cara mepekerjakan atu memberhentikan

3.       mengubah tingkat produksi melalui waktu lembur atau waktu kosong

4.       subkontrak

5.       mepekerjakan tenaga-tenaga paruh waktu

Pilihan permintaan:

  • Mempengaruhi permintaan
  • Pesanan cadangan dalam memenuhi permintaan pd periode permintaan tinggi
  • Produk mix antar musim: contoh pemanas sekaligus AC, pemotong rumput sekaligus mobil salju

Kombinasi pilihan utk mengembangakan suatu rencana

Strategi campuran antara pilihan pilihan kapasitas dan pilihan pilihan permintaan, ini mencakup penggabungan dua atau lebih variable-variabel yg dapat dikendalikan untuk menetapkan rencana produksi yg layak. Strategi ini biasanya lebih baik.

Catatan: pilihan yg paling umum adalah produksi dg waktu biasa, produksi dg waktu lembur dan subkontrak.

Penjadwalan merata

Penjadwalan merata biasanya menghasilkan biaya produksi yg lebih sedikit dibandingkan strategi-strategi yg lain. Karyawan-karyawannya cenderung lebih berpengalaman, sehingga penyeliaan lebih mudah; biaya mempekerjakan, memberhentikan, dan lembur menurun; serta operasi menjadi lebih mulus karena lebih sedikit kegiatan pentyiapan mesin-mesin untuk operasi serta penghentian mesin0mesin setelah operasi.

 

METODE-METODE UNTUK PENJADWALAN AGREGAT

1. Metode pembuatan grafik dan diagram

2. Pendekatan matematika untuk perencanaan –Metode transportasi dalam program linier

Metode pembuatan grafik dan diagram

Ini merupakan rencana pendekatan trial n eroryg tidak menjamin terciptanya rencana produksi yg optimal tetapi penghitungan yg dibutuhkan hanya sedikit dan dapat dilakukan oleh staf-staf yg paling dasar pekerjaannya. Lima TAHAP metode ini:

1.       Tentukan permintaan jangka pendek

2.       Tentukan berapa kapasitaspada waktu-waktu biasa, waktu lembur dan tindakan subkontrak untuk setiap periode

3.       Tentukan biaya tenaga kerja, biaya pengangkatan dan biaya pemberhentian pekerj, serta biaya penahanan persediaan

4.       Pertimbangkan kebijakan perusahaan yg dapat diterapkan pada para pekerja dan tingkatan persediaan

5.       Kembangkan rencana-rencana alternative dan amatilah biaya totalnya

Metode transportasi dalam program linier

Ini bukan merupakan pendekatan trial n eror tetapi menghasilkan rencana yg optimal untuk meminimisasi biaya. Metode ini fleksibel karena dapat menspesifikasi produksi dan lembur dalam setiap periode waktu, jumlah unit yg akan disubkontrakkan, giliran kerja tambahan dan persediaan dari satu periode ke periode berikutnya.

LDR (Linier Decision Rule) merupakan model perncanaan agregat yg berupaya untuk mengoptimalkan tingkat produksi dan tingkat jumlah tenaga kerja sepanjang periode tertentu.. DR meminimisasi biaya total dari biaya gaji, pengangkatan, PHK, lembur dan persediaan melalui serangkaian kurva biaya kuadrat.

MCM (Management Coefficients Model) dikembangkan oleh E.H. Bowman . Membangun suatu mopdel keputusan formal di seputar pengalaman dan kinerja manajer. Teori yg mendasari adalah bahwa pengalaman masa lalu manajer cukup baik, sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam menetapkan keputusan di masa depan. Tekni ini menggunakan analisi regresi terhadap keputusan-keputusan produksi yg  diambil di masa lalu.

Simulasi. Dikembangkan 1966 di R.C Vergin. Pendekatan simulasi ini mengunakan prosedur pencarian dalam mencari kombinasi nilai yg biayanya minimal untuk ukuran jumlah tenaga kerja dan tingkat produksi.

Disagregasi. Ini menghasilkan jadwal produksi utama (MPS)  menspesifikasikan ukuran dan waktu dari item tertentu yg diproduksi dan dibeli.

PENJADWALAN AGREGAT DALAM INDUSTRI JASA

Pengendalian biaya tenaga kerja pada perusahaan jasa merupakan sesuatu yg sangat penting. Pengedalian itu mencakup:

1.       Pengendalian ketat atas jam kerja agar dapat dipastikan tanggapan yg cepat terhadap konsumen

2.       Beberapa bentuk sumber tenaga kerja panggilan yg dapat ditambahkan atau dihilangkan untuk memenuhi permintaan yg tak terduga

3.       Fleksibilitas keahlian pekerja perorangan yg memungkinkan realokasi tenaga kerja yg ada

4.       Fleksibilitas pekerja perorangan pd tingkat output atau jam kerja untuk memenuhi permintaan yg sudah diperkirakan

BAB 13 PENJADWALAN JANGKA PENDEK

PENTINGNYA PENJADWALAN:

1.       Dengan penjadwalan yg efektif, perusahaan menggunakan asetnya dg efektif dan menghasilkan kapasitas dolar yg diinvestasikan menjadi lebih besar, yg sebaliknya akan mengurangi biaya

2.       Penjadwalan menambah kapasitas  dan fleksibilitas yg terkait memberikan waktu pengiriman yg lebih cepat dan dengan demikian pelayanan kepada pelanggan menjadi lebih baik

3.       Bagusnya penjadwalan merupakan keunggulan kompetitif dengan pengiriman yg bisa diandalkan

Penjadwalan criteria proses: teknik penjadwalan yg benar tergantung pada volume pesanan, cirri operasi dan keseluruhan kompleksitas pekerjaan sekaligus pentingnya tempat pada masing-masingdari empat criteria:

1.       Meminimalkan waktu penyelesaian

2.       Memaksimalkan utilisasi

3.       Meminimalkan persediaan barang dalam proses

4.       Meminimalkan waktu tunggu pelanggan

Proses penjadwalan  difokuskan pada pusat kerja

Untuk mengolah fasilitas dg cara seimbang  dan efisien, menejer membutuhkan perencanaan produksi dan system pengendalian, system iini harus:

1.       Penjadwalan pesanan yg akan dating tanpa mengganggu kendala kapasitas pusat kerja individual

2.       Mengecek ketersediaan alat-alat dan bahan baku sebekum memberikan pesanan ke suatu departemen

3.       Membuat tanggal jatuh tempo utk masing-masing pekerjaan dna mengecek kemajuan terhadap tanggal keperluan dan waktu tempuh pesanan

4.       Mengecek barang dalam proses pada saat pekerjaan bergrang menuju perusahaan

5.       Memberikan fiidback pada pabrik dan aktifitas produksi

6.       Menyediakan statistic efisiensi pekerjaan dan memonitor waktu operator  untuk analisis distribusi tenaga  kerja dan gaji dan upah

PEMBEBANAN PEKERJAAN DI PUSAT PEKERJAAN

Manajer operasi menugaskan pekerjaan untuk dilaksanakan sehingga biaya, waktu menganggur atu waktu penyelesaian harus dijaga agar tetap minimum. Ada 2 metode pembebanan:

1.       Diagram gantt

2.       Metode penugasan pemograman linier

Diagram gantt ( Henry Gantt 1800M)

Diagram gantt merupakan alat bantu visual yg sangat berguna dalam pembebanan dan penjadwalan. Diagram ini membantu melukiskan penggunaan sumber daya, seperti pusat pekerjaan dan lembur

Metode penugasan pemograman linier

Metode ini melibatkan penugasan suatu pekerjaan atas suatu sumber daya  dan melibatkan penambahan dan pengurangan angka-angka di dalam table untuk bisa menemukan biaya kesempatan ( keuntungan yg tidak didapat) yg palingr endah utk masing-masing penugasan. Ada 4 LANGKAH: bla bla bla

MENGURUTKAN PEKERJAAN DI PUSAT KERJA

Penjadwalan memberikan suatu dasar penugasan pekerjaan ke pusat pekerjaan. Pembebanan merupakan teknik pengendalian kapasitas yg menyoroti kelebihan dan kekurangan muat. Pengurutan mengkhususkan pada pesanan di mana pkerjaan harus dilakukan di masing-masing pusat pekerjaan.

Aturan prioritas untuk mengirimkan pekerjaan:

1.       Pertama datang, pertama kali dilayani

2.       Waktu pemrosesan paling cepat, dilaksanakan dulu

3.       Pekerjaan yg jatuh temponya paling pendek, dipilih lebih dulu

4.       Waktu pemrosesan paling panjang, dipilih lebih dulu

Rasio Kritis

Aturan urutan rasio kritis merupakan sautau nomor indeks yg dihitung dg membagi waktu yg tersisa sampai tanggal jatuh tempo dg sisa waktu kerja. Rasio kritis bersifat dinamis dan sangat mudah untuk diperbarui. PRINSIP: pekerjaan dg rasio kritis yg rendah (kurang dari 1.0) adalah pekerjaan selesainya di belakang jadwal. Jika rasio kritis tepat sama dengan nol, maka pekerjaan itu tepat dg jadwal. Jika rasio kritis lebih dari 1.0 berarti pekerjaan itu berada di depan jadwal dan terdapat beberapa kemunduran.

ATURAN rasio kritis bisa membantu system penjadwalan dg melakukan:

1.       Menentukan status pekerjaan tertentu

2.       Membuat prioritas relatif di antara pekerjaan dg dasar keadaan biasa

3.       Menghubungkan antara stock dengan pekerjaan yg dibuat berdasarkan urutan atas dasar keadaan biasa

4.       Menyesuaikan prioritas (merevisi jadwal)  secara otomatis atas perubahan-perubahan antara permintaan dan kemajuan pekerjaan

5.       Secara dinamis mengikuti kemajuan pekerjaan

Mengurutkan perkerjaan N pada dua mesin ( ATURAN JOHNSON)

Aturan Johnson bisa digunakan untuk meminimalkan waktu pemrosesan untuk mengurutkan suatu kelompok pekerjaan melalui dua fasilitas.

TAHAP /LANGKAH aturan JOHNSON:

1.       Semua pekerjaan harus dicantumkan dan masingmasing waktu yg dibutuhkan oleh sebuah mesin harus ditunjukkan

2.       Pilih pekerjaan dg waktu aktifitas yg paling pendek

3.       Sekali suatu pekerjaan  telah  dijadwalkan, sisihkanlah pekerjaan itu

4.       Terapkan tahap 2 dan tahab 3 ke perkerjaan yg tersisa, bekerja kea rah pusat urutan itu

KETERBATASAN ATURAN YG BERBASIS SISTEM:

1.       Penjadwalan adalah dinamis dengan demikian aturan perlu untuk direvisi menyesuaikan perubahan-perubahan dalam proses, peralatan, bauran produk dst

2.       Aturan tidak melihat ke hulu atau ke hilir, sumber daya yg menganggur dan kemampatan sumber daya di departemen yg lain mungkin saja tidak diakui

3.       Aturan tidak melihat lewatnya dari tanggal jatuh tempo

PENJADWALAN TERBATAS

TEORI KENDALA Yaitu seperangkat pengetahuan yg berkaitan dg segala sesuatu yang membatasi kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuannya. Ada lima  TAHAP dlam mengelola kendala:

1.       Mengidentifikasi kendala

2.       Membuat suatu rencana untuk mengatasi kendala itu

3.       Memfokuskan sumber daya untuk mencapai tahap 2

4.       Mengurangi pengaruh kendala dg mengurangi beban kerja atau dengan memperluas kapabilitas

5.       Sekali suatu kendalan bisa diatasi, kembali ke tahap 1 dan identifikasi kendala yg baru

Kemampatan produksi. TEKNIK MENGATASI KEMAMPATAN

1.       Menambah kapasitas kendala

2.       Meyakinkan bahwa karyawan yg dilatih dg baik dan keryawan yg dilatih dg silang telah tersedia untuk mengoperasikan dan menjaga kendala

3.       Membuat routing alternative, memproses prosedur atau subkontraktor

4.       Memindahkan inspeksi dan menguji ke sutu posisi sebelum ada kendala

5.       Menjadwalkan input keseluruhan untuk menyesuaikan kemampatan

PRODUKSI BERULANG-ULANG

 

BAB 14 PENJADWALAN PROYEK

FASE manajemen proyek:

1.       Perencanaan: penetapan tujuan, pendefinisian proyek dan organisasi tim

2.       Penjadwalan: ini menghubungkan orang, uang dan supplies ke aktifitas khusus dan menghubungkan aktifitas dg yg lainnya

3.       Pengendalian: perusahaan mengawasi sumber daya, biaya, kualitas dan anggaran

Organisasi proyek berfungsi dengan baik pada saat:

1.       Pekerjaan dapat didefinisikan dengan tujuan tertentu dan tanggal batas waktunya

2.       Pekerjaan itu unik

3.       Pekerjaan itu memuat tugas saling berkaitan ug kompleks yg membutuhkan keahlian tertentu

4.       Proyek bersifat temporer tapi sangat penting/kritis terhadap perusahaan

KEGUNAAN PENJADWALAN:

1.       Menunjukkan hubungan tipa aktifitas kepada yg lainnya dan kepada seluruh proyek

2.       Menunjukkan hubungan utama di antara kegiatan-kegiatan

3.       Mendorong penentuan waktu yg diperlukan dan perkiraan biaya untuk setiap kegiatan

4.       Membantu meningkatkan kegunaan sumber daya manusia, uang dan material dengan identifikasi hambatan kritis dalam proyek

TEKNIK MANAJEMEN PROYEK

1.       PERT (Teknik telaah dan evaluasi program 1958 oleh Navy

2.       CPM (Metode Jalur Kritis) 1957 JE Kelly Remington  Rand dan MR Walker di Du Pont

Dua teknik ini untuk membantu para manajer untuk melakukan penjadwalan, melakukan pengawasan dan mengendalikan proyek yg besar dan komplek

Kerangka/langkah PERT dan CPM:

1.       Mendefinisikan proyek dan semua aktifitas atau tugas yg signifikan

2.       Membuat keterkaitan antara aktifitas-aktifitasnya. Putuskan aktifitas mana yg harus mendahului dan mana yg harus mengikuti yg lain

3.       Menggambar jaringan yg menghubungkan semua aktifitas

4.       Membebankan estimasi waktu dan atau biaya ke masing masing aktifitas

5.       Hitunglah jalur waktu paling panjang melalui jaringan itu, ini disebut dg jalur kritis

6.       Gunakan jaringan untuk membantu perencanaan, penjadwalan dan pengendalian proyek

TITIK TEMU WAKTU DAN BIAYA SERTA PROYEK YG BERTUBRUKAN

MENERAPKAN PENJADWALAN PROYEK UNTUK PERUSAHAAN JASA

KRITIK DARI PERT DAN CPM

KEUNTUNGAN:

1.       Berguna pada bebrapa tingkat manajemen proyek, terutama dalam penjadwalan dan pengendalian proyek

2.       Kebenaran dalam konsep dan tidak begitu kompleks secara matematis

3.       Menampilkan secara grafis  dengan menggunakan jaringan untuk menunjukkan hubungan antara aktifitas proyek

4.       Jalur kritis dan analisis waktu mundur membantu menunjuk sesuatu dg tepat yg perlu untuk dilihat secara dekat/jelas

5.       Jaringan yg dihasilkan memberikan dokumentasi proyek yg berguna dan secara grafis menunjuk siapa yg bertanggungjawab untuk aktifitas-aktifitas beragam

6.       Dapat diterapkan ke variasi proyek dan industri yg lebih jelas

7.       Berguna dalam memonitor bukan hanya pada jadwal tapi juga biaya

KETERBATASAN:

1.       Aktifitas proyek harus didefinisikan secara jelas, independen dan stbil dalam hubungan di antaranya

2.       Hubungan preseden harus ditunjukkan dan dikaitkan secara bersama sama

3.       Perkiraan waktu cenderung subjektif dan menjadi subjek bagi manajer untuk berbuat curang dan takut akan bahaya akan terlalu optimistis atau tidak cukup pesimis

4.       Bahaya yg melekat karena  terlalu banyak menekankan ditempatkan di jalur yg paling panjang atau paling kritis. Dekat jalur kritis harus dimonitor sedekat mungkin

PEMILIHAN LOKASI STRATEGIS


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN LOKASI

Memilih lokasi fasilitas menjadi semakin rumit dengan adanya globalisasi tempat kerja. Globalisasi terjadi karena perkembangan (1) ekonomi pasar dan juga: (2) komunikasi internasional yang lebih baik; (3) perjalanan (udara, laut, darat) dan pengangkutan barang yang tebih cepat serta lebih dapat diandalkan; (4) semakin mudahnya arus kas antar negara dan (5) perbedaan biaya tenaga kerja yang tinggi. Banyak perusahaan yang kini mempertimbangkan akan membuka kantor, pabrik, toko, atau bank baru di luar negara sendiri. Keputusan lokasi sudah melewati batas negara.

Perusahaan memutuskan negara mana yang dipilih menjadi lokasi terbaik, selanjutnya perusahaan tersebut memfokuskan pada satu wilayah dari negara itu beserta komunitasnya. Tahap akhir dalam proses keputusan lokasi adalah memilih lokasi spesifik dalam suatu komunitas. Perusahaan harus memilih satu lokasi yang paling cocok untuk pengangkutan dan penerimaan, penetapan zona, peralatan, ukuran, dan biaya.

Selain globalisasi, masih ada sejumlah faktor lain mempengaruhi keputusan lokasi. Di antaranya, produktivitas tenaga kerja, valuta asing, dan perubahan sikap terhadap industri, serikat kerja, kedekatan dengan pasar, pemasok dan pesaing.

Produktivitas Tenaga Kerja

Perbedaan produktivitas timbul di berbagai negara. Yang benar-benar menarik manajemen adalah perpaduan antara produktivitas dan tingkat upah. Sebagai Contoh Lihat tabel berikut:

Perusahaan Konveksi

Negara Biaya Tenaga Kerja per hari Produksi per hari Keterangan
Hongkong $ 70 60 unit
Biaya per unit = Upah per hari
Unit yg diproduksi per hari
Amerika $ 25 20 unit

Dalam beberapa hal lebih murah untuk membuat pakaian di Korea, Taiwan atau Hongkong dan mengangkutnya ke Amerika daripada memproduksi pakaian tersebut di Amerika. Tetapi biaya akhir merupakan faktor penting dan produktifitas yang rendah dapat mengurangi keuntungan dari biaya yang rendah.

Karyawan yang kurang terlatih, berpendidikan rendah, atau dengan kebiasan bekerja yang buruk bukan merupakan hal yang baik bagi perusahaan, walaupun upah tenaga kerjanya rendah. Demikian pula, karyawan yang tidak dapat atau sering mangkir di tempat kerjanya tidak akan menjadi keputusan yang baik, walaupun upahnya rendah. biaya tenaga kerja per unit terkadang disebut kandungan tenaga kerja dari produk.

Kurs Valuta Asing

Walaupun tingkat suku bunga dan produktivitas mungkin membuat berbagai negara terlihat ekonomis, tingkat kurs valuta asing yang tidak diinginkan dapat menghilangkan penghematan yang telah terjadi. Meskipun demikian, kadangkala perusahaan dapat mengambil keuntungan dari tingkat kurs tertentu yang dianggap baik dengan merelokasi atau mengekspor ke negara asing. Namun, nilai dari mata uang asing di berbagai negara terus-menerus berfluktuasi.

Biaya (Cost)

Biaya lokasi yang dapat dibagi ke dalam dua kategori, yaitu biaya yang terlihat dan biaya yang tidak terlihat. Biaya terlihat adalah biaya-biaya yang langsung dapat diidentifikasi dan secara tepat ditentukan jumlahnya. Biaya-biaya ini mencakup biaya tenaga kerja, biaya utiliti, bahan baku, pajak, penyusutan, dan biaya-biaya lain yang dapat diidentifikasi aleh manajemen dan bagian akuntansi. Selain itu, biaya-biaya seperti transportasi bahan baku, transportasi barang jadi, dan pembangunan pabrik merupakan unsur-unsur biaya lokasi keseluruhan.

Biaya tidak terlihat adalah biaya-biaya yang tidak mudah ditentukan angkanya. Biaya-biaya ini mencakup kualitas pendidikan, fasilitas angkutan umum, sikap masyarakat terhadap industri dan terhadap perusahaan itu sendiri, mutu dan sikap karyawan yang akan dipekerjakan. Termasuk juga, mutu variabel hidup, seperti iklim dan kelompokkelompok olahraga, yang mungkin mempengaruhi proses rekrutmen yang dilakukan oleh bagian personalia.

Sikap

Sikap dari pemerintah pusat, daerah, dan lokal terhadap kepemilikan oleh swasta, penetapan zona, dan polusi serta stabilitas karyawan mungkin akan terus berubah. Sikap pemerintah pada saat keputusan lokasi dibuat mungkin tidak bertahan lama. Terlebih lagi, manajemen mungkin akan menemukan bahwa sikap-sikap demikian ini dapat dipengaruhi oleh kepemimpinan.

Kedekatan dengan pasar, Pemasok dan Pesaing (Clustering)

Bagi banyak perusahaan sangat penting untuk menetapkan lokasi yang dekat dengan konsumen. Khususnya untuk perusahaan jasa seperti toko obat, restoran, kantor pos atau pangkas rambut, kedekatan dengan pesar adalah faktor penetapan lokasi yang utama. Sedangkan perusahaan manufaktur merasa kedekatan lokasi dengan konsumen sangat berguna jika pengiriman produk akhir membutuhkan biaya yang besar.

Perusahaan-perusahaan berlokasi dekat dengan pemasok bahan baku mereka karena beberapa alasan :

1.      Bahannya bersifat tak tahan lama

2.      Biaya transportasi tinggi

3.      Ukuran yang sangat besar dari bahan tersebut

Sehingga keputusan memilih lokasi yang dekat dengan pemasok adalah sangat tepat. Perusahaan-perusahaan juga suka untuk memilih lokasi yang dekat dengan pesaing. Kecenderungan ini disebut Clustering dan sering terjadi manakala ditemukan adanya sumber daya pada suatu negara, misalnya sumber daya alam, sumber daya informasi, SD modal ventura dan SD talenta (keahlian).

METODE EVALUASI ALTERNATIF LOKASI

Empat metode penting yang digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah lokasi; metode pemeringkatan-faktor, analisis titik-impas lokasi, metode pusat-gravitasi, dan model transportasi. Pendekatan-pendekatan penentuan lokasi adalah:

Metode Pemeringkatan Faktor 

Sebenarnya ada banyak faktor, kualitatif maupun kuantitatif, yang harus dipertim bangkan dalam memilih suatu lokasi. Beberapa dari faktor-faktor ini lebih penting dari yang lain, sehingga manajer dapat menggunakan penimbangan agar proses keputusan bisa lebih objektif. Metode pemeringkatan faktor sering digunakan karena mencakup variasi faktor yang sangat luas, mulai dari pendidikan, rekreasi sampai keahlian tenaga kerja.

Metode pemeringkatan-faktor mempunyai enam tahap:

a)      Mengembangkan daftar faktor-faktor terkait

b)      Menetapkan bobot pada setiap faktor untuk mencerminkan seberapa jauh faktor itu penting bagi pencapaian tujuan perusahaan.

c)      Mengembangkan suatu skala untuk setiap faktor (misalnya, 1 sampai 10 atau 1 sampai 100 point).

d)     Meminta manajer menentukan skor setiap lokasi untuk setiap faktor, dengan menggunakan skala yang telah dikembangkan pada tahap 3.

e)      Mengalikan skor itu dengan bobot dari setiap faktor, dan menentukan jumlah total untuk setiap lokasi.

f)       Membuat rekomendasi yang didasarkan pada skor laba maksimal, dengan juga mempertimbangkan hasil dari pendekatan kuantitatif.

Contoh: present by Sumadi

Analisis Titik-Impas Lokasi

Analisis titik-impas lokasi merupakan penggunaan analisis biaya-volume produksi untuk analisis titik membuat suatu perbandingan ekonomis terhadap alternatif-alternatif lokasi. Dengan mengidentifikasi biaya variabel dan biaya tetap serta membuat grafik kedua biaya ini untuk setiap lokasi, kita dapat menentukan alternatif mana yang biayanya paling rendah. Analisis titik-impas lokasi dapat dilakukan secara matematik atau secara grafik. Pendekatan grafiknya mempunyai keuntungan dengan memberikan kisaran jumlah setiap lokasi dapat dipilih.

Tiga tahap dalam analisis titik-impas adalah:

a)      Tentukan biaya tetap dan biaya variabel untuk setiap lokasi.

b)      Plot biaya untuk setiap lokasi, dengan biaya pada garis vertikal dan volume produksi tahunan pada garis horisontal di grafik itu.

c)      Pilih lokasi yang biaya totalnya paling rendah, untuk setiap volume produksi yang diinginkan.

Metode Pusat Grafitasi

Metode pusat-gravitasi merupakan teknik matematika dalam menemukan lokasi pusat distribusi yang akan meminimisasi biaya distribusi. Dalam menemukan lokasi yang terbaik untuk menjadi pusat distribusi, metode ini memperhitungkan lokasi pasar, volume barang yang dikirim ke pasar itu, dan biaya pengangkutan.

Karena volume kendaraan kontainer yang dipindahkan setiap bulannya mempengaruhi biaya, jarak bukan menjadi satu-satunya kriteria utama. Metode pusat gravitasi mengasumsikan bahwa biaya secara langsung bersifat proporsional dengan jarak dan banyaknya barang yang diangkut. Lokasi yang ideal adalah lokasi yang membuat jarak tertimbang antara gudang dan outlet pengecernya menjadi minimal, jarak ini diberi bobotsesuai dengan banyaknya kontainer yang diangkut.

Contoh: dari Barry Render dan Jay Heizer, (2005)


Model Transportasi

Tujuan dari model transportasi adalah untuk menentukan pola pengangkutan yang terbaik dari beberapa titik penawaran (pasokan/sumber) ke beberapa titik permintaan (tujuan) agar dapat meminimalkan produksi total dan biaya transportasi. Setiap perusahaan dengan jaringan titik penawaran-permintaan menghadapi masalah seperti ini. Satu ilustrasi tentang hal ini adalah jaringan pasokan/penawaran Volkswagen yang kompleks.

STRATEGI LOKASI PELAYANAN JASA

Sementara fokus analisis lokasi sektor industri adalah merninimalkan biaya, fokus analisis lokasi sektor jasa adalah memaksimalkan pendapatan. Biaya manufaktur cenderung bervariasi secara substansial antara lokasi satu dengan yang lainnya, namun tidak demikian di perusahaan-perusahaan jasa, suatu lokasi yang spesifik sering menimbulkan dampak yang lebih besar pada pendapatan, daripada biaya. Oleh karena itu, untuk perusahaan jasa, lokasi yang spesifik sering kali mempengaruhi pendapatan dari pada biaya. Hal ini berarti bahwa fokus lokasi pada perusahaan jasa haruslah pada penentuan volume bisnis dan pendapatan.

Delapan komponen besar volume dan pendapatan perusahaan jasa, yaitu :

a)      Daya beli pada area lokasi konsumen yang diseleksi

b)      Kecocokan pelayanan jasa dan citra dengan demografi wilayah kosumen

c)      Persaingan di wilayah tersebut

d)     Mutu persaingannya

e)      Keunikan lokasi perusahaan dan lokasi pesaing

f)       Mutu fisik fasilitas perusahaan yang berdekatan letaknya

g)      Kebijakan operasi perusahaan

h)      Mutu dari manajemen

Teknik yang digunakan pada sektor jasa mencakup analisis korelasi, pertimbangan lalu lintas, analisis demografi, analisis daya beli, metode pemeringkatan-faktor, dan metode pusat-gravitasi, dan sistem informasi geografi.

Bagaimana Rantai Usaha Perhotelan Menyeleksi Lokasi.

Salah satu keputusan yang paling penting dalam rantai usaha penginapan adalah menentukan lokasi. Rantai usaha hotel yang memilih lokasi yang tepat secara lebih akurat dan lebih cepat dibanding pesaingnya memiliki keuntungan strategis yang menonjol. La Quinta Motor Inns, bermarkas di San Antonio, Texas, adalah rantai usaha dengan harga sedang yang terdiri dari 150 penginapan. La Quinta berorientasi pada orang-orang yang menginan karena perjalan dinas. Untuk membuat model dari perilaku penyeleksian dan prediksi keberhasilan stratu lokasi, La Quinta beralih ke analisis regresi statistic.

Hotel itu memulai dengan pengujian 35 variabel independen, untuk mencari yang mana dari variabel itu memiliki korelasi terbesar dengan profitabilitas yang diprediksi, dan mana yang menjadi variabel dependennya. Variabel independen yang “kompetitif” mencakup kamar hotel pada tingkat harga sewa rata-rata dan daerah sekitarnya. Yang menjadi variabel “penggerak permintaannya” adalah daya tarik lokal seperti gedung perkantoran dan rumah sakit yang menarik konsumen potensial dalam wilayah perdagangan sampai radius 4 mil. Variabel “demografi”, seperti populasi daerah itu dan tingkat pengangguran dapat juga mempengaruhi keberhasilan sebuah hotel.

Gambar:  surabayatravel

Faktor-faktor daya tarik pasar (market awareness), seperti jumlah hotel dalam wilayah tersebut merupakan kategori keempat. Terakhir, “karakteristik fisik” dari lokasi itu, seperti kemudahan akses atau kejelasan tanda-tanda lalu lintas terlihat, merupakan variabel independen terakhir dari 35 variabel independen yang ada.

Pada akhirnya, model regresi yang dipilih, dengan koefisien determinasi (r²): 51% mencakup hanya 4 dari variabel prediksi. Keempat variabel itu adalah: harga hotel, median tingkat pendapatan, populasi negara bagian tempat hotel itu berada, dan lokasi perguruan tinggi yang dekat (yang merupakan wakil dari faktor penggerak permintaan lainnya). La Quita lalu menggunakan model regresi untuk memprediksi profitabilitas dan mengembangkan pemotongan-pemotongan yang memberikan hasil yang paling baik dalam memprediksi keberhasilan ataupun kegagalan suatu lokasi. Sebuah spreadsheet kini digunakan untuk mengirnplementasikan model ini, yang menerapkan aturan keputusan dan memberi saran “bangun hotel” atau “jangan membangun hotel.

Industri Pemasaran Lewat Telepon

Aktivitas-aktivitas industri dan kantor yang tidak membutuhkan baik kontak langsung dengan konsumen maupun perpindahan bahan baku, secara substansial memperluas pilihan lokasi. Kasus dalam hal ini adalah industri telemarketing (pemasaran lewat telepon), di mana variabel-variabel yang telah dibahas sebelumnya tidak lagi relevan. Bila perpindahan informasi secara elektronik baik, maka keputusan lokasi diarahkan oleh biaya dan ketersediaan tenaga kerja. Misalnya, Fidelity Investments baru-baru ini merelokasi banyak karyawannya dari Boston ke Covington, Kentucky. Kini karyawan yang sedikit memakan biaya di wilayah Covington tersambungkan dengan sambungan telepon yang tidak mahal, kepada para kolega mereka di kantor Boston dengan dengan biaya kurang dari $0,05 per menit. Berarti, lebih rendah dari pengeluaran Fedelity untuk sambungan telepon lokalnya.

Perubahan kriteria lokasi mungkin juga mempengaruhi sejumlah bisnis lainnya. Misalnya, negara bagian dengan beban pajak yang lebih kecil dan pemilik properti di pinggiran kota dan wilayah perkotaan yang indah pasti akan unggul. Demikian pula penyedia layanan e-mail (seperti MC1), pembuat perangkat lunak telecommuting (perjalanan bolak-balik lewat telepon), seperti IBM/Lotus; perusahaan-perusahaan penyedia fasilitas konferensi dengan video, pembuat peralatan kantor elektronik.

KESIMPULAN

Pemilihan Lokasi sangat mempengaruhi biaya, baik biaya tetap maupun biaya variabel. Lokasi mempunyai pengaruh besar pada laba keseluruhan perusahaan. Keputusan strategis sering tergantung jenis bisnisnya. Untuk keputusan lokasi industri, strategi yang ditempuh biasanya adalah meminimisasi biaya, sedangkan pada bisnis eceran dan pelayanan jasa profesional, strategi yang digunakan terfokus pada maksimisasi pendapatan.

SARAN

Secara umum tujuan strategi lokasi adalah memaksimalkan keuntungan dari lokasi yang dipilih. Maka hendaknya perusahaan mempertimbangkan faktor-faktor baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif dalam pemilihan lokasi.

refferensi:

Barry Render dan Jay Heizer, (2005) Prinsip-Prinsip Manajemen Operasi, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

La Hatani, SE, MM.,(2008), Bahan Ajar Manajemen Operasional, Universitas Haluoleo

http://www.scribd.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.